Economic Research Institute for ASEAN and East Asia is an international organisation based in Jakarta. Since its founding in 2008, ERIA supports the regional economic integration process among ASEAN member countries through its research. As a leading economic think tank in the region and the Sherpa institution for the East Asia and ASEAN Summit process, ERIA’s research and policy recommendations have influenced policymaking across the region.
Deputy Head for Asia Zero Emission Center
The Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA)
Deskripsi Perusahaan
Detail Pekerjaan
Mengelola dan mengembangkan kegiatan Pusat, termasuk proyek penelitian, pengembangan strategi organisasi, inisiatif outreach, penguatan tim internal, serta kolaborasi dengan mitra eksternal, untuk membentuk kontribusi ERIA terhadap agenda energi di kawasan.
Merumuskan rekomendasi kebijakan serta memberikan nasihat dan strategi kebijakan di bidang energi, yang berkontribusi pada ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan dekarbonisasi di tingkat regional maupun nasional di ASEAN dan Asia Timur. Memantau perkembangan tren dan praktik terbaik yang muncul di bidang ini.
Berinteraksi dengan pemangku kepentingan utama—seperti pemerintah, industri, akademisi, serta organisasi internasional dan non-pemerintah—yang terlibat dalam sektor energi melalui manajemen pengetahuan, arahan kebijakan, bantuan teknis, dan pengembangan kapasitas.
Memimpin tim teknis dalam melakukan penelitian dan analisis yang berorientasi pada kebijakan di bidang energi.
Mendukung Kepala Pusat dalam mengelola operasional secara keseluruhan, termasuk memberikan arahan kepada tim proyek untuk memastikan konsistensi, kualitas, dan ketepatan waktu dalam penyampaian hasil sesuai dengan prioritas ERIA, mengelola sumber daya manusia internal, serta mengawasi berbagai proyek.
Melaksanakan tugas lain yang relevan sesuai penugasan dari Presiden, COO, Chief Economist, Director General for Research and Policy Design, Kepala Pusat, dan/atau pejabat manajemen senior lainnya.
Persyaratan
Kualifikasi:
Gelar lanjutan (S2/S3) di bidang kebijakan publik, manajemen publik, kebijakan energi, ekonomi, pembangunan, atau bidang relevan lainnya.
Keterampilan komunikasi dan interpersonal yang kuat, dengan kemampuan bekerja secara efektif dalam tim multikultural.
Pemahaman yang mendalam mengenai kebijakan energi dan transisi energi di kawasan.
Kemampuan yang terbukti dalam mengonseptualisasikan solusi dan implikasi yang relevan terhadap kebijakan, serta mengimplementasikannya dengan mempertimbangkan aspek praktis.
Pengalaman luas—lebih dari lima tahun—dalam melakukan atau mengelola proyek penelitian terkait energi, terutama di lembaga think tank, institusi penelitian, pemerintah, atau sektor swasta.
Keterampilan analitis dan penelitian yang kuat, dengan pengalaman di bidang energi dan bidang terkait di ASEAN dan Asia Timur. Pengetahuan serta pengalaman riset di negara-negara ASEAN dan Asia Timur sangat diutamakan.
Kepemimpinan yang terbukti serta keahlian teknis dalam pengembangan strategi fungsional dan organisasi.
Bahasa:
Kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang sangat baik.
Kemampuan bahasa-bahasa Asia merupakan nilai tambah yang kuat.